Rabu, 07 April 2010

Siapa Teririt dan Tercepat


KOMPAS.com — Motor bebek masih menguasai pangsa pasar roda dua nasional dengan perolehan lebih dari 50 persen. Persaingan masih didominasi sesama Jepang, yakni antara Yamaha dan Honda, meski juga ada Suzuki dan Kawasaki, tetapi marketnya masih jauh. Masing-masing merek punya varian lebih dari satu.

Pada kesempatan ini, tim Motor Plus melakukan tes komparasi dari keempat bebek premium tersebut, yakni Yamaha New Jupiter Z, Honda Blade, Suzuki New Smash, dan Kawasaki Edge. Memang, kapasitas mesin keempat bebek ini tidak sama. Namun, perbedaannya tipis dan semuanya tidak lebih dari 115 cc.

Tes pun hanya menitikberatkan pada dua hal, konsumsi bahan bakar dan akselerasi. Untuk mendapatkan hasil terbaik, para testernya pun mempunyai karakter berbeda. Inilah hasilnya.

KONSUMSI BAHAN BAKAR
Metode tesnya ada dua, yakni dengan dan tanpa pembonceng. Sistem pengetesannya sama, yaitu keempat tester harus menunggangi semua bebek secara bergantian.

Sebelum tes, sisa bensin di mangkuk karburator dikuras. Untuk memastikan benar-benar habis—setelah selang dicopot—mesin dinyalakan terus sampai mati. Setelah itu, dikasih bensin 100 ml menggunakan botol infus, dan selangnya diarahkan ke lubang bensin di karburator.

Penghitungan menggunakan odometer di motor. Caranya, angka terakhir (ketika motor berhenti karena bensin habis) dikurangi angka saat start. Hasil jarak yang ditempuh itulah yang dikonversi dengan jumlah bahan bakar.

Hasilnya
Motor...............Sendirian.....Dengan Pembonceng
Blade................43 km/l.......38 km/l
New Jupiter Z.....36 km/l.......25 km/l
New Smash.......34 km/l.......32 km/l
Edge.................29 km/l.......20 km/l


AKSELERASI
Meski kapasitas mesin berbeda, hal itu masih dalam batas wajar untuk dikomparasikan. Pengujian akselerasi dimulai dengan kecepatan 0-60 km jam, di sini Blade dengan isi silinder 109,1 cc paling cepat 5,62 detik. Begitu juga saat beranjak ke 0-80 km/jam, bebek yang memiliki ukuran piston 50 x 55,6 mm kembali dihitung sebagai yang tercepat dengan rekor 10,61 detik.

Data pengetesan akselerasi (detik)
Akselerasi........Blade.....Jupiter.....Smash.....Edge
0-60 km,/jam......5,62.......7,10........7,31........6,58
0-80 km/jam.....10,61......14,39......13,96........18,3

Memilih helm SNI


Ada banyak helm yang dijual di pasar, mulai dari buatan lokal hingga impor dari negara-negara maju. Nah, aturan helm SNI oleh pemerintah sudah diberlakukan. Agar pemilik motor tidak salah beli, berikut tips mudah dari Staf Ahli Asosisi Industri Helm Indonesia, Thomas Lim.

Pertama, yang perlu diperhatikan saat membeli helm adalah bentuk fisik dari produk yang sesuai dengan ketentuan, yakni full face dan half face. Selain kedua bentuk ini, helm tersebut sudah dipastikan tak masuk golongan SNI wajib.

Kedua, periksalah kembali fisik helm yang akan dibeli, dimulai dari bentuk cangkang, busa dalam, hingga tali pengikat. Pastikan semuanya dalam kondisi baik dan tak ada yang rengat atau rusak.

Ketiga, jangan ragu-ragu curiga pada harga jual helm yang ditawarkan. Thomas mengatakan, untuk memproduksi satu unit helm dengan spesifikasi standar SNI wajib, helm akan dijual minimal sekitar harga Rp 65.000 per unit. "Jadi, kalau di bawah harga itu sangat sulit dimungkinkan (untuk dicurigai) karena bahan baku yang bisa memenuhi standar masih diimpor dan itu memang mahal," ucap Thomas.

Terakhir, jika Anda menggemari merek-merek helm impor, maka pastikan bahwa pembelian dilakukan setelah 1 April 2010 karena keterangan SNI harus tetap menyertai produk. Meski standar produk impor bisa lebih tinggi dari SNI, jika tak ada keterangan, maka produk itu masuk secara selundupan. Pasalnya, SNI wajib diberlakukan bukan hanya untuk melindungi pengguna, melainkan juga melindungi industri helm nasional dari serbuan produk impor. (Kompas.com)

Sabtu, 03 April 2010

Skutik Canggih Honda PCX


JAKARTA, — Gairah PT Astra Honda Motor atau AHM dalam memasarkan skuter matik atau skutik semakin bergelora. Belum cukup dengan varian yang ada sekarang, dalam waktu dekat, AHM segera memasarkan skutik segmen premium atau high end, yaitu PCX. Skutik ini diperkirakan akan dipasarkan pada kuartal kedua tahun ini.

Dari informasi yang ada, AHM sudah mengantongi izin impor dengan kode WW125EXS(B)-IN tertanggal 25/03/2010 dari Kementerian Perindustrian. Informasi lainnya, AHM diam-diam juga telah menjelaskan tentang produk khusus ini ke semua jaringan dealer Honda di Indonesia.

"Memang sudah dijelaskan tentang produk ini sampai ke tingkat dealer. Tapi apakah akan diluncurkan, belum dipastikan," ujar sebuah sumber Honda Motor kepada kami baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan telah menjelaskan, PCX akan menjadi kunci utama untuk menopang citra Honda di Indonesia. Harganya akan dibanderol sekitar Rp 30 juta per unit.

“Angka penjualan PCX bukan tujuan akhir. Lebih diutamakan untuk membentuk image. Target AHM tak muluk-muluk, terjual 100 unit per bulan sudah bagus,” ujar Julius. Ketika dihubungi sore ini, Julius mengaku bahwa PCX memang akan diluncurkan sebentar lagi.

Di Thailand, skutik ini diluncurkan pada 24 November tahun lalu. Skutik ini dibekali mesin 125 cc satu silinder dengan pendingin air. Konsumsi bahan bakarnya 50 kpl dengan pengetesan ECE 40 MODE.

Fitur khusus PCX yang cukup menarik adalah idling stop. Mesin akan mati begitu motor berhenti, misalnya saat menunggu lampu merah. Dengan cara tersebutlah, konsumsi bahan bakarnya irit. Keiritan itu pun diperkuat oleh penggunaan sistem pasokan bahan bakar injeksi (PGM-FI). Honda memang lebih unggul kawan !

Senin, 29 Maret 2010

Bebek Matik Honda Wave 110i A.T di Thailand





THAILAND — Honda Thailand telah memperkenalkan bebek matik atau betik bernama Wave 110i A.T. Wartawan Em-Plus, Eka Budhiansyah, menyaksikan peluncuran sekaligus menjajal motor tersebut di Negeri Gajah Putih.

Sekilas, tampilan Wave 110i tak ubahnya dengan bebek biasa. Walau demikian, penggerak roda belakang masih menggunakan rantai, tidak seperti matik yang memakai belt atau CVT di bagian penggerak roda. Selain itu, posisi mesin tetap di tengah layaknya bebek atau motor sport.

Namun, ketika diteliti lagi, sudah tidak ada tuas persneling. Yang unik, posisi kick starter pindah ke sebelah kiri. Ketika motor ini dijajal, rasanya sedikit mengganggu, terutama ketika dibawa menuver ke kiri. Kick starter terasa menghalangi betis untuk merapatkan diri ke bodi.

Begitu juga dengan posisi tuas dan pedal rem. Desainnya masih seperti bebek, yakni pedal rem belakang tetap di kaki kanan dan tuas rem depan juga tetap di setang sebelah kanan. Tampilan ini berbeda dengan skutik yang kedua remnya berada di setang.

Kestabilan terjaga
Saat menjajal, tuas rem depan harus ditarik ketika ingin menghidupkan mesin dengan tombol. Begitu grip gas diputar, betik yang basis bodinya seperti Honda Absolute Revo (versi Indonesia) ini langsung ngacir. Kecepatan pun tanpa disadari sudah melebihi 50 km/jam. Handling yang dirasakan tetap sama seperti menunggang bebek biasa. Kestabilan tetap terjaga kendati motor dengan profil ban 17 inci dan mesin di tengah. Selain itu, suara mesin tergolong halus. Hal itu muncul karena teknologi ini dikembangkan khusus untuk betik.

Dari semua kemudahan yang ada pada betik, motor ini tetapi memiliki sedikit kekurangan, terutama saat berakselerasi. Meski sama-sama mengusung dapur pacu 109,1 cc seperti Honda Blade dan Revo, akselerasi Wave masih lambat. Jarak 0-100 meter ditempuh 9,12 detik, sementara dua saudaranya itu mencatat 8,65 detik. Adapun 0-60 km/jam dibesut dalam waktu 8,59 detik atau jauh lebih lamban dari Blade yang mengukir 5,62 detik.

Padahal, dari sisi kombinasi stroke dan diameter piston, Wave 110i A.T mempunyai diameter piston 50 mm dan langkah 55,6 mm. Artinya, ukuran itu tetap sama dengan Absolute Revo dan Blade di Indonesia. Kendati begitu, konsumsi bahan bakar berdasarkan hasil tes di Thailand adalah 1 liter untuk menempuh 53 km.

Kapan masuk Indonesia? "Saat ini, kami sedang memikirkan kapan waktu yang tepat untuk memasarkan produk ini di Indonesia," ungkap Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM). Termasuk soal harga, "Kami sedang mengkaji berapa banderol yang paling sesuai untuk pasar Indonesia," tambahnya. Di Thailand, Wave 110i dibanderol Rp 13 juta lebih.

Eka Budhiansyah, Motor Plus dari Thailand

Senin, 08 Maret 2010

Cara Aman Terobos Ujan



Kalau sudah hujan begini kita mesti lebih waspada kawan.

Ban Motor
Pastikan ban motor anda gak gundul biar ga licin, pastikan alur harus lebih dari 2 mm, jika sudah kurang sebaiknya ganti. Karena alur tersebut dibutuhkan untuk aliran air.

Jas Hujan
Pakai jas hujan, jika g mau fluu, kurang joos minum vit C juga yach. Sebaiknya gunakan jas model baju dan celana, model ponco sebaiknya sich g dipakai karna bisa menimbulkan potensi bahaya (salah satunya nyangkut)

Tekanan Ban
Tekanan ban sebaiknya jangan terlalu keras, karna memungkinkan terjadinya aquaplanning (ban tidak menempel di aspal, karna permukaan tapak sebakin besar tekanan angin tapak akan mengecil)

Kaca Helm
Oleskan kaca helm dengan tembakau, taburkan tembakau rokok oleskan ke dalam permukaan kaca bagian dalam, ratakan dan bersihkan, dijamin air tidak mengumpul dan embun kan sirna.

Selamat mencoba kawan.
Safety First

Pras

Jadwal Perawatan Berkala Motor Honda



Kawan just for your knowledge, berikut jadwal yang sebaiknya diikuti agar motor kawan tampil sehat dan bugar.
Ganti busi setiap 4.000 km (tapi cek dulu apakah diodanya masih tebal atau tidak jika masih tebal pake dulu aja yach). Wajib hukumnya cek dan ganti oli setiap 2.000 km, soalnya oli pada jarak tersebut sudah mengalami penurunan kualitas dan penguapan yang mengakibatkan berkurangnya volume oli. Berikutnya bersihkan/service karburator setiap 2.000 km, maklum brooo bensin kita itu lho ........ Yang berikutnya periksa kerenggangan rantai setiap 2.000 km. Jangan lupa setel klep setiap 2.000 km juga.
Moga-moga motor anda jadi sehat dan kuat yach.

Mr. Ahass Sedayu

Minggu, 07 Maret 2010

Tambahan Fasilitas di Ahass Sedayu



Mulai tanggal 6 Maret 2010, Ahass Sedayu kembali memberikan nilai tambah kepada seluruh pelanggan bengkel. Dari berbagai fasilitas yang telah ada sebelumnya yaitu ruang tunggu AC, TV 29 inch, Free Soft drink, cuci salju gratis, dan berbagai program menarik lainnya. Kini Ahass Sedayu memberikan fasilitas Free Hot Spot, untuk setiap konsumen. Selamat menikmati layanan spesial kami, untuk orang orang spesial. (sin)

Sabtu, 06 Maret 2010

Foto Klasik Motor Honda






Kawan ini sedikit koleksi motor-motor klasik honda.
Please share ke kita jika kawan-kawan punya foto-foto klasik Honda

Matic Concept



Motor Grifon concept. Yang dirancang oleh Honda Motor.
Pertanyaannya kapan masuk ke Indonesia ya?

Just, wait, and see.