Rabu, 13 April 2016

Pakai nitro lebih irit bbm ???

Salam Satu Hati

Kayanya pertanyaan ini banyak banget bersliweran di google ataupun di bengkel saya.. bener ga sih pake nitro motor jadi lebih irit lebih ngacir dll... Ga bermaksud jualan angin karna di bengkel kita punya tuh mesin y..

Ini opini saya secara gampang.. klo tuh angin kagak bagus.. ga mungkin lah dipake buat balap motor atau mobil... penjelasan agak teknisnya gininih.. angin didalam ban waktu motor ngacir.. suhunya meningkat bro.. bayangin aja balon anak anak.. saat suhunya panas.. balonnya makin ngembang plus gampang dooooar alias pecah.. nah klo di ban motor g seekstrem itu.. tapi kronologisnya g jauh jauh amat.... ban motor bakal sedikit mengembang sehingga gesekan permukaan ban dengan aspal makin lebar, sehingga butuh tenaga lebih gede.. yg ujung ujungnya bbm makin boros...

nah si nitro punya sifat lebih adem.. makanya peningkatan suhunya lebih rendah trus pengembangan si ban jd lebih sedikit... sehingga gesekan lebih kecil ... bbm relatif terjaga...

Ada yg pernah tanya ke saya nih.. brooo klo misal motornya dipakenya dijalan bersalju.. ngefek gak tuh nitro ????
Ini rada repot jawabnya.. lha saya blum pernah naek motor diatas salju je.. kudu jawab opo jalll...

Salam hangat
Ahass Sedayu

V Belt / Strength harus ganti ?

Salam Satu Hati
Sering pengguna motor matic melewatkan penggantian part yang satu ini.. Seringkali yang terjadi disebabkan "lupa" .. Padahal ini penting bingit.. bayangkan saja fungsi v belt seperti rantai roda pada motor bebek atau sport.. jika tanpa rantai jelas motor gak mau jalan. Nah yang jadi masalah keberadaan V belt ini tertutup oleh cover mesin.. kecuali bung romy rafael ataupun deddy cobuzier gak perlu buka cover.. cukup pegang langsung tau kondisi mesti ganti atau kagak... hehehe... No problem kita ndak mesti blajar magic . .. cukup baca buku pedoman service bawaan motor sebenarnya.. disitu tertulis wajib ganti setiap 24.000 km.. tapi gpp ganti tiap 25.000 km masih ok kok.. biar gampang V belt mesti ganti di 25 - 50 - 75 rb km dan seterusnya.. Soo jangan lupa itu part wajib ganti soalnya bahan V belt seperti sabuk dari karet dan ada serat baja.. nah lama kelamaan akan molor dan tentu saja bisa putus.. Jadi jangan lupa wajib ganti V belt setiap 25.000 km ya...

Salam hangat kawan... Keep safe...

Ahass Sedayu
Bantoel Jogja

Honda CBR500R

Dibanderol Rp 144 Juta, Ini Spesifikasi Honda CBR500R

Jumat, 26 Februari 2016 | 18:19 WIB

    


Jakarta, KompasOtomotif – Sepeda motor baru yang diluncurkan PT Astra Honda Motor (AHM), Jumat (26/2/2016) di Potato Head Garage, Jakarta Selatan adalah CBR500R. Model ini menemani jajaran big bike Honda, khususnya keluarga CB500 series di Indonesia.

Presiden Director AHM Toshiyuki Inuma menjelaskan, sejak AHM mengawali bisnisbig bike di Indonesia, CB500 series mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Guna memenuhi permintaan, maka AHM meluncurkan CBR500R ini.

“Model ini memang banyak permintaannya dari konsumen. Pada kesempatan ini, kita memutuskan untuk memperkenalkan CBR500R versi terbaru di Indonesia,”ujar  Inuma di Potato Head, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2016).

Inuma melanjutkan, CBR500R ini dijual dengan harga Rp 144 juta on the roadJakarta dan tersedia dengan dua pilihan warna, yaitu Gunpowder Black dan Millenium Red.


Honda CBR500R dibekali mesin 500cc DOHC, 8-valve liquid-cooled parallel twin. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi 6 percepatan. Jantung pacu ini bisa menghasilkan tenaga 46,9 tk.

Dari sisi tampilan bagian depan yang dilengkapi dengan bentuk fairing semakin tajam dan sporti. Sudut yang tajam dari lampu depan ganda dengan teknologi LED tampil kompak namun hadir dengan pencahayaan yang terang dikombinasikan dengan lampu senja (postion lamp) berkontribusi memberikan tampilan sudut  CBR500R yang tegas.

Masuk ke dimensi, CBR500R ini memiliki panjang 2.081 mm, lebar 756 mm, dan tinggi 1.150 mm serta jarak ke tanah 140 mm.  Kapasitas tangkinya sebesar 16.7 liter sudah termasuk penyimpanan cadangan.

Bergerak ke suspense, bagian depan menggunakan teleskopik berukuran 41 mm dan 120 mm stroke memberikan pengendalian sempurna dan di 2016 ini dilengkapi dengan suspensi yang bisa diatur tingkat redamannya serta penyematan warna biru di sisi atas suspensi yang memberikan kesan mewah dan modern.

Suspensi Pro-Link disematkan di sisi belakang dengan pengaturan hingga sembilan tingkatan bekerja melalui box-section swingarm besi yang kuat.  Sensasi berkendara sempurna dihasilkan dari 520sealed chain.

Honda CRF250

Begini Tampang Motor ”Adventure” Honda 250 Cc

Selasa, 22 Maret 2016 | 16:57 WIB

    

Tokyo, KompasOtomotif – Sudah setahun sejak Honda pertama kali menunjukkan tampang CRF250 Rally sebagai konsep, akhirnya model ini berubah status sebagai protitipe. Artinya, sepeda motor adventureitu sudah mendekati tampang versi produksi.

Seperti dilansir visordown, (21/3/2016), tampang prototipe itu tak jauh beda dengan konsep. Sesuatu yang bagus sebenarnya, karena penggemar tak lagi harus mereka-reka tampang asli atau versi produksi yang biasanya berubah drastis dari konsep.

Versi prototipe ini masih menggunakan CRF250L sebagai basis. Tidak ada spesifikasi yang diinformasikan Honda. Setelah ini bakal banyak spekulasi mengenai mesin, karena ini model petualangan yang membutuhkan jantung lebih kuat.

Sasis, rem, dan suspensi tidak berubah, dan sebagian besar bodi juga sama dengan konsep. Tapi ada ubahan minor, yakni banyaknya garis pada bodi yang kini dihilangkan, mungkin untuk mempermudah perawatan saat berubah status jadi versi produksi.

Beberapa komponen balap diganti dengan komponen yang lebih ”jinak”. Peranti balap yang tersisa adalah knalpot Mugen yang kini diganti dnegan Termignoni. Tampang jadi semakin gagah, tapi tetap legal kalau dipakai di jalanan.

Desain layar, instrumen, dan lampu utama juga diturunkan dari konsep tahun lalu demi menjaga nuansa Dakar Rally. Ada dudukan untuk GPS atau ponsel pintar di bagian panel indikator, menyesuaikan kebutuhan para petualang.

Prediksinya, versi produksi akan tak jauh beda dengan versi prototipe ini. Tampang terbaru nanti akan diluncurkan pada salah satu pameran motor besar, akhir tahun ini. Penjualan bakal dimulai pada 2017.

Supra X150 siap meluncur ?

Nih, Penantang Yamaha MX King dari Honda!

    

Jakarta, KompasOtomotif – Honda Vietnam baru saja meluncurkan Winner 150, bebek sport yang menggunakan mesin sejenis dengan All New CB150R dan New Sonic 150R.

Ini dia salah satu sepeda motor yang ditunggu tahun ini, apalagi setelah rumor sangat santer beredar bakal masuk juga di Indonesia tak lama lagi!

Kabar yang sudah degelindingkan para penggiat blog, ini juga yang akan dipasarkan PT Astra Honda Motor (AHM) dengan nama Supra X 150R. Melihat sosoknya, sudah jelas ini bakal menjadi pesaing berat Yamaha MX King 150 yang selama ini seolah bermain sendiri.

Tampangnya mirip Supra X 125, namun jauh lebih futuristik. Ciri khas ”bebek super” adalah sepatbor depan yang tak lagi menyatu dengan penutup sokbreker, dan itu dimiliki Winner 150. Semua serba tajam, termasuk lampu-lampu dan knalpot.

Mesin sudah dipastikan pakai tipe yang sama dengan All New CB150R Streetfire, New Sonic 150R, juga All New CBR150R, yakni bersistem DOHC 4 katup dengan transmisi 6-percepatan.

Menariknya lagi, sebagai ”bebek super” Winner 150 atau Supra X150R ini sudah dibekali dengan ban lebar, belakang 120/70, depan 90/80. Disinyalir, AHM sudah siap menggelindingkan di Indonesia dalam waktu yang sangat dekat.

Rabu, 07 April 2010

Siapa Teririt dan Tercepat


KOMPAS.com — Motor bebek masih menguasai pangsa pasar roda dua nasional dengan perolehan lebih dari 50 persen. Persaingan masih didominasi sesama Jepang, yakni antara Yamaha dan Honda, meski juga ada Suzuki dan Kawasaki, tetapi marketnya masih jauh. Masing-masing merek punya varian lebih dari satu.

Pada kesempatan ini, tim Motor Plus melakukan tes komparasi dari keempat bebek premium tersebut, yakni Yamaha New Jupiter Z, Honda Blade, Suzuki New Smash, dan Kawasaki Edge. Memang, kapasitas mesin keempat bebek ini tidak sama. Namun, perbedaannya tipis dan semuanya tidak lebih dari 115 cc.

Tes pun hanya menitikberatkan pada dua hal, konsumsi bahan bakar dan akselerasi. Untuk mendapatkan hasil terbaik, para testernya pun mempunyai karakter berbeda. Inilah hasilnya.

KONSUMSI BAHAN BAKAR
Metode tesnya ada dua, yakni dengan dan tanpa pembonceng. Sistem pengetesannya sama, yaitu keempat tester harus menunggangi semua bebek secara bergantian.

Sebelum tes, sisa bensin di mangkuk karburator dikuras. Untuk memastikan benar-benar habis—setelah selang dicopot—mesin dinyalakan terus sampai mati. Setelah itu, dikasih bensin 100 ml menggunakan botol infus, dan selangnya diarahkan ke lubang bensin di karburator.

Penghitungan menggunakan odometer di motor. Caranya, angka terakhir (ketika motor berhenti karena bensin habis) dikurangi angka saat start. Hasil jarak yang ditempuh itulah yang dikonversi dengan jumlah bahan bakar.

Hasilnya
Motor...............Sendirian.....Dengan Pembonceng
Blade................43 km/l.......38 km/l
New Jupiter Z.....36 km/l.......25 km/l
New Smash.......34 km/l.......32 km/l
Edge.................29 km/l.......20 km/l


AKSELERASI
Meski kapasitas mesin berbeda, hal itu masih dalam batas wajar untuk dikomparasikan. Pengujian akselerasi dimulai dengan kecepatan 0-60 km jam, di sini Blade dengan isi silinder 109,1 cc paling cepat 5,62 detik. Begitu juga saat beranjak ke 0-80 km/jam, bebek yang memiliki ukuran piston 50 x 55,6 mm kembali dihitung sebagai yang tercepat dengan rekor 10,61 detik.

Data pengetesan akselerasi (detik)
Akselerasi........Blade.....Jupiter.....Smash.....Edge
0-60 km,/jam......5,62.......7,10........7,31........6,58
0-80 km/jam.....10,61......14,39......13,96........18,3

Memilih helm SNI


Ada banyak helm yang dijual di pasar, mulai dari buatan lokal hingga impor dari negara-negara maju. Nah, aturan helm SNI oleh pemerintah sudah diberlakukan. Agar pemilik motor tidak salah beli, berikut tips mudah dari Staf Ahli Asosisi Industri Helm Indonesia, Thomas Lim.

Pertama, yang perlu diperhatikan saat membeli helm adalah bentuk fisik dari produk yang sesuai dengan ketentuan, yakni full face dan half face. Selain kedua bentuk ini, helm tersebut sudah dipastikan tak masuk golongan SNI wajib.

Kedua, periksalah kembali fisik helm yang akan dibeli, dimulai dari bentuk cangkang, busa dalam, hingga tali pengikat. Pastikan semuanya dalam kondisi baik dan tak ada yang rengat atau rusak.

Ketiga, jangan ragu-ragu curiga pada harga jual helm yang ditawarkan. Thomas mengatakan, untuk memproduksi satu unit helm dengan spesifikasi standar SNI wajib, helm akan dijual minimal sekitar harga Rp 65.000 per unit. "Jadi, kalau di bawah harga itu sangat sulit dimungkinkan (untuk dicurigai) karena bahan baku yang bisa memenuhi standar masih diimpor dan itu memang mahal," ucap Thomas.

Terakhir, jika Anda menggemari merek-merek helm impor, maka pastikan bahwa pembelian dilakukan setelah 1 April 2010 karena keterangan SNI harus tetap menyertai produk. Meski standar produk impor bisa lebih tinggi dari SNI, jika tak ada keterangan, maka produk itu masuk secara selundupan. Pasalnya, SNI wajib diberlakukan bukan hanya untuk melindungi pengguna, melainkan juga melindungi industri helm nasional dari serbuan produk impor. (Kompas.com)

Sabtu, 03 April 2010

Skutik Canggih Honda PCX


JAKARTA, — Gairah PT Astra Honda Motor atau AHM dalam memasarkan skuter matik atau skutik semakin bergelora. Belum cukup dengan varian yang ada sekarang, dalam waktu dekat, AHM segera memasarkan skutik segmen premium atau high end, yaitu PCX. Skutik ini diperkirakan akan dipasarkan pada kuartal kedua tahun ini.

Dari informasi yang ada, AHM sudah mengantongi izin impor dengan kode WW125EXS(B)-IN tertanggal 25/03/2010 dari Kementerian Perindustrian. Informasi lainnya, AHM diam-diam juga telah menjelaskan tentang produk khusus ini ke semua jaringan dealer Honda di Indonesia.

"Memang sudah dijelaskan tentang produk ini sampai ke tingkat dealer. Tapi apakah akan diluncurkan, belum dipastikan," ujar sebuah sumber Honda Motor kepada kami baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan telah menjelaskan, PCX akan menjadi kunci utama untuk menopang citra Honda di Indonesia. Harganya akan dibanderol sekitar Rp 30 juta per unit.

“Angka penjualan PCX bukan tujuan akhir. Lebih diutamakan untuk membentuk image. Target AHM tak muluk-muluk, terjual 100 unit per bulan sudah bagus,” ujar Julius. Ketika dihubungi sore ini, Julius mengaku bahwa PCX memang akan diluncurkan sebentar lagi.

Di Thailand, skutik ini diluncurkan pada 24 November tahun lalu. Skutik ini dibekali mesin 125 cc satu silinder dengan pendingin air. Konsumsi bahan bakarnya 50 kpl dengan pengetesan ECE 40 MODE.

Fitur khusus PCX yang cukup menarik adalah idling stop. Mesin akan mati begitu motor berhenti, misalnya saat menunggu lampu merah. Dengan cara tersebutlah, konsumsi bahan bakarnya irit. Keiritan itu pun diperkuat oleh penggunaan sistem pasokan bahan bakar injeksi (PGM-FI). Honda memang lebih unggul kawan !

Senin, 29 Maret 2010

Bebek Matik Honda Wave 110i A.T di Thailand





THAILAND — Honda Thailand telah memperkenalkan bebek matik atau betik bernama Wave 110i A.T. Wartawan Em-Plus, Eka Budhiansyah, menyaksikan peluncuran sekaligus menjajal motor tersebut di Negeri Gajah Putih.

Sekilas, tampilan Wave 110i tak ubahnya dengan bebek biasa. Walau demikian, penggerak roda belakang masih menggunakan rantai, tidak seperti matik yang memakai belt atau CVT di bagian penggerak roda. Selain itu, posisi mesin tetap di tengah layaknya bebek atau motor sport.

Namun, ketika diteliti lagi, sudah tidak ada tuas persneling. Yang unik, posisi kick starter pindah ke sebelah kiri. Ketika motor ini dijajal, rasanya sedikit mengganggu, terutama ketika dibawa menuver ke kiri. Kick starter terasa menghalangi betis untuk merapatkan diri ke bodi.

Begitu juga dengan posisi tuas dan pedal rem. Desainnya masih seperti bebek, yakni pedal rem belakang tetap di kaki kanan dan tuas rem depan juga tetap di setang sebelah kanan. Tampilan ini berbeda dengan skutik yang kedua remnya berada di setang.

Kestabilan terjaga
Saat menjajal, tuas rem depan harus ditarik ketika ingin menghidupkan mesin dengan tombol. Begitu grip gas diputar, betik yang basis bodinya seperti Honda Absolute Revo (versi Indonesia) ini langsung ngacir. Kecepatan pun tanpa disadari sudah melebihi 50 km/jam. Handling yang dirasakan tetap sama seperti menunggang bebek biasa. Kestabilan tetap terjaga kendati motor dengan profil ban 17 inci dan mesin di tengah. Selain itu, suara mesin tergolong halus. Hal itu muncul karena teknologi ini dikembangkan khusus untuk betik.

Dari semua kemudahan yang ada pada betik, motor ini tetapi memiliki sedikit kekurangan, terutama saat berakselerasi. Meski sama-sama mengusung dapur pacu 109,1 cc seperti Honda Blade dan Revo, akselerasi Wave masih lambat. Jarak 0-100 meter ditempuh 9,12 detik, sementara dua saudaranya itu mencatat 8,65 detik. Adapun 0-60 km/jam dibesut dalam waktu 8,59 detik atau jauh lebih lamban dari Blade yang mengukir 5,62 detik.

Padahal, dari sisi kombinasi stroke dan diameter piston, Wave 110i A.T mempunyai diameter piston 50 mm dan langkah 55,6 mm. Artinya, ukuran itu tetap sama dengan Absolute Revo dan Blade di Indonesia. Kendati begitu, konsumsi bahan bakar berdasarkan hasil tes di Thailand adalah 1 liter untuk menempuh 53 km.

Kapan masuk Indonesia? "Saat ini, kami sedang memikirkan kapan waktu yang tepat untuk memasarkan produk ini di Indonesia," ungkap Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM). Termasuk soal harga, "Kami sedang mengkaji berapa banderol yang paling sesuai untuk pasar Indonesia," tambahnya. Di Thailand, Wave 110i dibanderol Rp 13 juta lebih.

Eka Budhiansyah, Motor Plus dari Thailand

Senin, 08 Maret 2010

Cara Aman Terobos Ujan



Kalau sudah hujan begini kita mesti lebih waspada kawan.

Ban Motor
Pastikan ban motor anda gak gundul biar ga licin, pastikan alur harus lebih dari 2 mm, jika sudah kurang sebaiknya ganti. Karena alur tersebut dibutuhkan untuk aliran air.

Jas Hujan
Pakai jas hujan, jika g mau fluu, kurang joos minum vit C juga yach. Sebaiknya gunakan jas model baju dan celana, model ponco sebaiknya sich g dipakai karna bisa menimbulkan potensi bahaya (salah satunya nyangkut)

Tekanan Ban
Tekanan ban sebaiknya jangan terlalu keras, karna memungkinkan terjadinya aquaplanning (ban tidak menempel di aspal, karna permukaan tapak sebakin besar tekanan angin tapak akan mengecil)

Kaca Helm
Oleskan kaca helm dengan tembakau, taburkan tembakau rokok oleskan ke dalam permukaan kaca bagian dalam, ratakan dan bersihkan, dijamin air tidak mengumpul dan embun kan sirna.

Selamat mencoba kawan.
Safety First

Pras